Mengenal Sistem Terasering di Sawah
Di lereng perbukitan, air hujan cenderung mengalir deras dan membawa lapisan tanah yang subur. Terasering memecah lereng menjadi petak-petak bertingkat sehingga air tertahan lebih lama dan meresap ke tanah. Sistem ini sudah dipakai petani Indonesia sejak ratusan tahun lalu dan tetap relevan untuk pertanian organik saat ini.
Setiap petak teras dilengkapi pematang dan saluran kecil. Air dari petak paling atas dialirkan perlahan ke petak di bawahnya, sehingga seluruh sawah mendapat air secara merata. Dengan cara ini, kami tidak perlu memompa air tambahan kecuali pada puncak musim kemarau.
Tanah yang dijaga dengan baik akan menjaga kita kembali. Terasering adalah cara sederhana untuk merawat lahan untuk generasi berikutnya. – Pak Darmo, petani senior
Perawatan teras tidak sulit, tetapi harus rutin. Setelah hujan lebat, tim kami memeriksa pematang yang retak atau longsor dan segera memperbaikinya. Rumput di tepi teras dibiarkan tumbuh pendek karena akarnya ikut mengikat tanah.
Yang perlu diperhatikan saat membuat teras
- Ukur kemiringan lahan sebelum menentukan lebar teras
- Buat pematang dari tanah liat yang dipadatkan
- Sediakan saluran pembuangan di tiap tingkat
- Tanam rumput penguat di tepi teras
- Periksa pematang setiap selesai hujan lebat
Jika Anda ingin melihat langsung sistem terasering kami, kebun terbuka untuk kunjungan Senin–Sabtu dengan reservasi lebih dulu. Hubungi tim kami untuk menjadwalkan kunjungan kelompok, sekolah, atau komunitas.
Tulis Komentar