Sejak lamaran, pertanyaan pertama dari keluarga selalu sama: "Cincinnya sudah dipilih?" Ternyata urusan cincin tidak sesederhana yang kami kira. Ada pilihan bahan, model, ukuran, dan tentu saja anggaran. Di tulisan ini kami berbagi langkah yang kami jalani sampai akhirnya menemukan cincin yang pas untuk kami berdua.
Cincin pernikahan akan kami pakai setiap hari, jadi kenyamanan lebih penting daripada sekadar tampil mewah.
Memilih cincin ternyata bukan sekadar soal model. Kami mempertimbangkan bahan, kenyamanan, ukuran jari, hingga anggaran agar cincin benar-benar nyaman dipakai setiap hari.
Kami juga menyempatkan diri membandingkan beberapa perajin lokal sebelum menentukan pilihan.
Pada akhirnya kami memilih cincin emas sederhana dengan ukiran nama di bagian dalam.
Buat kami, kesederhanaan itu justru paling bermakna dan mewakili perjalanan kami berdua.
3 Komentar
Sari Melati
2 jam lalu, 11.48Selamat ya! Cincinnya cantik dan sederhana. Boleh tahu perajin lokal yang kalian pilih? Kami juga sedang mencari untuk pernikahan tahun depan.
Budi Pratama
kemarin, 09.15Setuju, kesederhanaan justru paling berkesan. Ukiran nama di bagian dalam cincin idenya bagus sekali, jadi makin personal.
Rizky Amelia
3 hari lalu, 20.02Terima kasih tipsnya. Bagian membandingkan beberapa perajin dulu memang penting biar tidak menyesal. Sukses untuk hari bahagianya!