Blazer adalah satu potong pakaian yang langsung membuat penampilan terlihat siap kerja. Kabar baiknya, satu blazer berwarna netral bisa dipakai berkali-kali dalam seminggu tanpa terlihat sama, asal Anda pandai memadukannya.
Mulailah dari warna dasar: hitam, biru dongker, abu, atau krem. Warna-warna ini mudah dipasangkan dengan kemeja putih, kaos polos, maupun sweter rajut tipis. Untuk suasana kantor yang lebih santai, blazer berwarna seperti magenta atau hijau zaitun bisa menjadi pusat perhatian.
Perhatikan juga potongannya. Blazer yang pas di bahu dan tidak terlalu panjang membuat badan terlihat lebih tegap. Jika ragu, cek tabel ukuran dan bandingkan dengan blazer yang sudah Anda miliki.
Satu blazer yang pas di badan lebih berguna daripada tiga blazer yang hanya dipakai sesekali.
Berikut beberapa kombinasi yang bisa Anda coba untuk lima hari kerja:
- Senin: blazer hitam, kemeja putih, celana bahan.
- Selasa: blazer krem dengan kaos polos dan jeans gelap.
- Rabu: blazer magenta, kemeja motif kecil, sepatu pantofel.
- Kamis: blazer abu dengan sweter rajut tipis.
- Jumat: blazer denim untuk suasana lebih santai.
- Akhir pekan: lepas blazer, tetap rapi dengan kemeja linen.
Sepatu ikut menentukan kesan. Pantofel kulit cokelat cocok untuk blazer warna gelap, sedangkan sneakers putih bersih membuat blazer terasa lebih muda.
Jangan lupakan aksesori sederhana seperti jam tangan dan ikat pinggang yang senada dengan sepatu.
Terakhir, rawat blazer dengan benar: gantung di gantungan berbahu lebar, kukus untuk menghilangkan kusut, dan cuci kering bila bahannya wol.
















Tips hari Rabu langsung saya coba, ternyata blazer magenta tidak seberani yang saya kira.
Terima kasih, artikelnya membantu. Boleh dibuat versi untuk wanita berhijab?
Setuju soal pantofel cokelat. Tambahan dari saya: pilih kaus kaki yang senada dengan celana.