Arus kas yang sehat adalah fondasi setiap bisnis. Perusahaan bisa terlihat untung di laporan laba rugi, tetapi tetap kesulitan membayar pemasok bila uang masuk dan keluar tidak dipantau. Karena itu, langkah pertama yang kami sarankan selalu sama: pisahkan rekening usaha dan rekening pribadi.

Setelah rekening terpisah, catat semua transaksi setiap minggu. Tidak perlu aplikasi mahal; tabel sederhana berisi tanggal, keterangan, uang masuk, dan uang keluar sudah cukup untuk melihat pola bulanan.

Bisnis jarang tumbang karena kurang untung. Lebih sering karena uangnya habis di waktu yang salah.

Budi Santoso

Langkah berikutnya adalah menyusun proyeksi arus kas tiga bulan ke depan. Masukkan tagihan rutin seperti gaji, sewa, dan cicilan, lalu bandingkan dengan perkiraan pembayaran dari pelanggan. Dari situ Anda tahu kapan perlu menahan pengeluaran atau mempercepat penagihan.

Terakhir, sepakati batas waktu pembayaran dengan pelanggan sejak awal dan tuliskan di faktur. Penjualan besar tidak banyak membantu bila pembayarannya selalu terlambat.

Kalkulator dan laporan keuangan

Ajak tim keuangan dan tim penjualan duduk bersama setiap bulan. Tim penjualan perlu tahu pelanggan mana yang sering menunda pembayaran, sedangkan tim keuangan perlu tahu rencana penjualan agar proyeksi lebih akurat.

Jika Anda ingin ditemani menyusun proyeksi arus kas pertama, konsultan kami siap membantu melalui sesi konsultasi awal tanpa biaya.